Jambi Kampung Kito
Kini Jambi Punyo Cerito
Minggu, 24 November 2019
Jumat, 14 Oktober 2016
Politik Di Negri Dongeng
Ali Amin. SE.Sy.
Dalam dunia politik sangat jarang seseorang mengedepankan tujuan politik yang di tempuh secara bersama untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Namun tak jarang di dalam politik untuk menaikan popularitasnya dengan cara keras mengkritik, mementahkan hal yang benar, namun kadang kala kebenaran itu kalah dengan janji politik yang di buat secara individu.
"Dalam artian awalnya untuk masa depan bersama dalam kemajuan, Namun di ciderai dengan janji politik sesaat. bahkan kadang kala juga harus kalah dengan argumentasi yang bisa mematahkan logika mereka sendiri"
Menariknya lagi, dan ini kerap 'menari nari' di antara kesibukan politik, tampilnya oknum - oknum tertentu, bukannya gencar dengan aktifitas pemenangan, sebalikya sibuk dengan aksi menjilat. Dialah sang penjilat! Dan sang penjilat akan dengan 'bangganya' mempraktekkan politik seolah - olah.
"Nah,Kalau yang mulai seperti ini, kadang kala iya mulai seolah -olah berada paling depan dalam memperjuangkan calonnya yang waktu itu iya kritisi. Tanpa memperdulikan kebenaran yang orang lain sampaikan"
Orang seperti ini, bisa maju, namun iya tak pernah jadi nomor satu dan hanya di anggap pengekor diapun karirnya hanya di pakai sesaat.
"Iya sering menggunakan bahasa kontra. 'Ternyata q salah' dan lain sebagainya"
Ironisnya, penjilat politik itu justru hidup dan keberadaannya
di dalam lingkaran kekuasaan yang semestinya salah. Dia bukan lagi sebagai pengkritik, tapi menjadi peliput lara yang kerjanya meninabobokkan, dan menyanjung -nyanjung.
di dalam lingkaran kekuasaan yang semestinya salah. Dia bukan lagi sebagai pengkritik, tapi menjadi peliput lara yang kerjanya meninabobokkan, dan menyanjung -nyanjung.
Moga kita tak termasuk orang seperti ini.
BERSATULAH....
Perlu REVOLUSI di Negri saya,anda dan kita semua cintai ini untuk berubah.
Berubah memang butuh orang -orang yang mampu, tanggap dan tau.
Berubah memang butuh orang -orang yang mampu, tanggap dan tau.
"mampu mengubah yang lebih baik. Tau tentang ke inginan masyarakat.Tau tentang adat budaya. Mampu berbaur dengan dengan masyarakat.tanggap keluhan masyarakat"
Ingat Se baik -baik ba bapak tiri, baik la pulo ba bapak kandung
Rabu, 27 Juli 2016
Akhirnya Merangin Rebut Juara Satu Lomba LBS Tingkat Nasional
Desa Muara Madras Jadi Pusat Perhatian
MERANGIN- Desa Muara Madras akhirnya berhasil menjadi juara satu lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional.
Desa diujung Merangin itu, sebelumnya telah berhasil menjadi yang terbaik pada lomba LBS tingkat Kabupaten Merangin dan Provinsi Jambi. Tak heran bila Desa Muara Madras selanjutnya diutus mewakili Provinsi Jambi ke tingkat nasional.
Piala LBS tersebut kemarin (27/7), diterima Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris sebagai pembina Desa Muara Madras, pada puncak peringatan hari keluarga nasional ke-23 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
‘’Prestasi ini milik seluruh masyarakat Merangin, khususnya warga Desa Muara Madras yang sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat. Prestasi ini kedepannya pasti bisa diraih desa-desa lainnya di Merangin,’’ujar Hj Hesti Haris.
Pendiri dan pemilik Taman Bunga Hesti’s Garden tersebut, mengajak masyarakat dari berbagai belahan Tanah Air, untuk berkunjung ke Desa Muara Madras Kecamatan Jangkat.
Suasana Desa Muara Madras yang ditunjang kondisi alam yang dindah, cuaca dingin dan sejuk, sangat nyaman dikunjungi. Desa yang bersih itu, disepanjang jalannya tertata tanaman bungan indah.
Di desa yang penduduknya sangat ramah itu, terdapat Taman Bunga Hesti’s Garden yang sangat menawan. Taman yang terbentang didataran tinggi, berisi aneka bunga tertata apik itu, menjadi penandangan yang rugi untuk dilewatkan.(amin)
Rabu, 13 April 2016
Desa Betung Bedarah Di Catat Sjarah, Namun Terabaikan Pembangunan
Desa
betung bedarah kini mulai terabaikan, bahkan banyak
saksi sejarah mencatat Desa Betung Bedarah tempat peristirahatan terakhir
sulthan thaha yang hingga kini mulai terabaikan oleh pemerintah.
Desa yang merupakan saksi sejarah ini ketika kita
ingin melihat desa itu, seperti bukan terlihat desa bersejarah, karena desa itu
tak pernah tersentuh oleh pembangunan.
Bahkan ada banyak peninggalan sultthan thaha di
tempat itu mulai terhapus, seperti GOA tempat persembuanyiannya yang kini sudah
di garap salah satu PT menjadi lahan sawit.
setidaknya ada tiga tempat yang disebut-sebut
sebagai makamnya. Bahkan makam sang sultan ada di Desa Betung Berdarah, Kecamatan Tebo Ilir.
Versi
ini mengatakan Sultan Thaha yang sudah uzur tertembak oleh Belanda dalam sebuah
pertempuran. Dalam keadaan luka parah, sultan dilarikan oleh pasukannya.
Sultan kemudian meninggal dalam usia 88 tahun pada
1904 (beliau lahir di Jambi pada pertengahan1816). Oleh pengikutnya, beliau
dimakamkan di Desa Betung Berdarah. Hingga sekarang, versi makam Betung
Berdarah ini masih terus disebut-sebut dan dipercayai oleh cukup banyak orang.
Versi lainnya adalah adalah Sebuah Makam yang
berlokasi di Dusun Tanah Garo, Olak Kemang, Kecamatan Muara Tabir, Tebo. Tak
hanya makam sang sultan, di lokasi yang sama juga ada beberapa makam lainnya
yang disebut-sebut sebagai hulu balangnya.(*)
Langganan:
Postingan (Atom)

