Daftar Blog Saya

Selasa, 15 Maret 2016

Berkelahi Menggunakan Sajam, Landrah Tewas Di Tikam

Ilustrasi


 Akibat Korban Di Anggap Jagoan

MERANGIN
 - Karena merasa di anggap jagoan dan menbawa sajam,landrah Saputra(19) Warga Dusun Seluangan,Desa Tuo,Kecamatan Lembah Masurai tewas di tusuk pelaku yang di duga Bernama Surya yang juga warga Desa Tuo.

             Kejadian berawal dari keributan antara suadara Andi dan Piker akiabat kesalah pahaman,dan keributan tersebut bisa di selesaikan oleh ketua RT 11 Dusun Seluangan.

Mendengar ada keributan dan di selesaikan di rumah ketua RT,korban dan kakaknya berniat untuk menyaksikan penyelesaian keributan tersebut di rumah RT,karena permasalahan tersebut sudah di damaikan,korban dan kakaknya saudara Litra(29) di ajak pulang.

            Saat korban dan kakaknya hendak pulang dari rumah ketua RT,korban bertemu terduga pelaku bernama Surya,karena surya melihat korban membawa senjata tajam dan berlagak jagoan,terduga pelaku langsung mengajak korban berkelahi dan langsung menikam dada korban dengan senjata tajam,tak hanya menikan dada korban,terduga pelaku juga membacok kaki korban.

Melihat adiknya bersihmbah darah,kakak korban mencoba untuk menolong dan juga berkelahi bersama terduga pelaku,namun karena kakak korban hanya menggunakan tangan kosong,kakak korban mengalami luka di bagian tangan akibat sabetan sejata tajam pelaku.

             Usai melukai dua korban,terduga pelaku langsung melarikan diri,dari kejaran aparat kepolisian yang kini tengah memburunya. 

             Usai kejadian tersebut,kedua korban langsung di larikan ke puskesmas dusun sungai tebal,namun di tengah perjalanan,korban bernama Landrah meninggal dunia karena kehabisan darah,sedangkan kakak korban kini di rawat di rumah sakit umum kol Abunjani bangko.

               Kapolres Merangin AKBP Munggaran saat di komfirmasi awak media,membenarkan kejadian perkelahian menggunakan senjata tajam hingga menghilangkan nyawa orang.

               "Kejadiannya pada pukul 17.00,sore tadi,dan di duga perkelahian ini akibat salah paham,karena korban di anggap sok jagoan,dan saat itulah terduga pelaku langsung mengajak korban berkelahi dan menusuk korban dengan senjata tajam hingga tewas"ungkap AKBP Munggaran.(15/3)

                Munggaran juga mengatakan,untuk saat ini anggotanya masih memburu terduga pelaku yang saat ini melarikan diri.

               "Anggota kita masih melakukan pencarain terhadap pelaku yang melarikan diri"tutup Munggaran.(*)

43 Titik Pantau Penilaian Adipura


BANGKO- Sebanyak 43 titik pantau yang didatangi Tim penilain Adipura di Kabupaten Merangin, titik itu ditargetkan rampung penilaiannya dalam kurun waktu dua hari. Di hari pertama, Selasa (15/3) kemarin tim baru melakukan penilaian disejumlah titik, seperti permukiman perumahan, bantaran sungai, jalan, trotoar, sekolah, puskesmas, termasuk tempat pembuangan sampah (TPS) terpadu.
        Seperti diungkapkan kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Zulhifni dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sejauh ini telah menyiapkan sebanyak 43 titik pantau penilaian adipura tersebut.
        ‘’Iya hari in kita mulai melakukan penilaian, ada tiga orang tim penilai, yang menilai sebanyak 43 titik panatau, hari ini kita sudah melakukan penilaian seperti bantaran sungai, sekolah, puskesmas dan perumahan masyarakat serta perkantoran, kita targetkan 43 titik ini dua hari selesai, terahir nanti TPA,’’ ujarnya.
        Soal target nilai ia enggan menyebutkan namun pihaknya telah melakukan persiapan semaksimal mungkin, pasalnya merangin sejauh ini telah lima kali mendapat pengharagaan Adipura tersebut.
        ‘’Soal target kita belumtau, yang jelas kita telah memaksimalkanpersiapan, mengingat kitaini sudah lima kali, mudah mudahan ini nanti yang ke enam kalinya,’’ katanya.
        Ia juga sebutkan sebelum melakukan penilaian pihaknya telah menganjurkankepada pihak-pihak terkait, seperti camat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk terkait soal penilaian Adipura tersebut.
        ‘’Persiapan kita sebelumnya telah kita anjurkan kepada camat unutk mensosialisasikan kepada masyarakat agar membersihkan lingkungan sehingga kita dapat mempertahankan  Adippura ini,’’ lanjutnya.
        Ia mengaku optimis, pasalnya  salah satu titik penilaian yaitu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Merangin telah memakai sistim Sanitary Renville sehingga pengolahan sampah bias lebih baik l, ia sebutkan bahwa di Provinsi Jambi hanya satu satunya yaitu di merangin.(*)

Lelang Kendaraan Dinas Terkendala Audit Keuangan




MERANGIN-Rencana pemerintah melelang kendaraan dinas, sepertinya tidak berjalan mulus, pasalnya itu baru bisa dilakukan setelah audit laporan keuangan rampung dilakukan.

Demikian dikatakan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Merangin, Amir Ahmad, melalui Kabid Aset, Andi Irvan Rainza, dibincangi Sarkopos.com, Selasa (15/3/2016), pihanya berencana pada bulam Mei atau juni mendatang sudah bisa mengelar lelang kendaraan.

"Kita ingin cepat, namun masih nunggu laporan keuangan selesai di audit, kalau hasil audit belum keluar lelang belum bisa di selengarakan," katanya.

Andi menambahkan, sementara ini direncanakan pada bulan Mei atau Juni mendatang, setidaknya kegiatan lenang ini baru bisa di selengarakan, dimana biasanya hasil audit keuangan akan rampung pada akhir bulan April. Yang pastinya lelang tersebut tetap dilakukan ditahun 2016.

"Pasti akan dilakukan lelang, dimana dalam waktu dekat panitia lelang akan koordinasi dengan KPKNL (kantor pelanayan keuangan negara dan lelang) wilayah jambi, guna memastikan kendaran yang bisa dilelang," ucapnya.

Tekait jenis kendaraan yang akan dilelang, Andi belum bisa memasikan, karena semua itu sedang dalam proses di panitia lelang, yang jelas ditahun 2016 ini banyak kendaraan yang bakal dilelang.

"Detail kendaraan yang akan dilelang belum bisa dipastikan, yang jelas banyak kendaraan yang bakal di lelang, namun itu tidak mesti sekali di lelang, masih akan ada lelang selanjutnya," jelasnya.

Andi mengatakan, ditahun ini lelang kendaraan ini dilakukan secara terbuka, semua masyarakat bisa mengikuti lelang kendaraan tersebut.

"Lelang ini sangat terbuka, maka bagi masyarakat yang ingit ikut adil dalam pelelangan tersebut disiapkan diri dari jauh hari, dimana teknis nya masih dalam kajian panitia lelang saat ini," pungkasnya.(JA)

WALAH....Polisi Gendut Merangin Meraton di Siang Hari

Polisi Gendut Saat Meraton Di Siang Hari



Kapolres: Polisi Gendut Harus berolahraga

MERANGIN -Jumlah anggota polisi yang memiliki kelebihan berat badan atau polisi gemuk, khususnya yang bertugas di wilayah hukum Polres Merangin ternyata cukup banyak. Kapolres Merangin AKBP Munggaran pun mengambil kebijakan dengan membuat program OW over weight untuk memberikan olah raga ekstra bagi polisi mempunyai berat badan melebihi kewajaran.

Selasa siang (14/03) puluhan polisi yang berasal dari berbagai satuan kepolisian Merangin mengikuti olah raga sore seperti maraton di halaman perkantoran Bupati Merangin. Hal tersebut dilakukan dalam upaya menurunkan berat badan para anggota kepolisan.
“Saya mengeluarkan kebijakan dengan mewajibkan seluruh anggota kepolisian yang memiliki berat badan berlebih untuk mengikuti program penurunan berat badan dengan olah raga tambahan setiap Selasa dan Jumat sore,” kata AKBP Munggaran.
Kebijakan ini diambil dikarenakan banyak anggota kepolisian dari berbagai kesatuan yang ada diwilayah hukum Kabupaten Merangin memiliki tubuh yang tidak proporsional atau gendut.
Polisi yang masuk dalam kategori Over Weigh adalah mereka yang memiliki berat badan kurang ideal. Rumus berat badan ideal adalah, tinggi badan dikurangi 110, maka akan menghasilkan Kilogram berat badan ideal. Kebanyak dari anggota polisi yang mengalami Over Weight masih berusia 30-40 tahun. Langkah penurunan berat badan tersebut sengaja diambil guna mengurangi resiko penyakit yang biasa menghampiri para pemilik tubuh tambun.
“Kalau gemuk, pasti banyak penyakitnya, seperti kolesterol, darah tinggi, bahkan kelumpuhan,” tutur AKBP Munggaran.
Selain pertimbangan masalah kesehatan, faktor kesigapan para anggota polisi dalam menangani permasalahan keamanan juga menjadi faktor pertimbangan. Polisi yang bertubuh gemuk dianggap akan lebih sulit bergerak dan berlari. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya program ini, para polisi tersebut bisa menurunkan berat badannya menjadi lebih proporsional agar dapat mempermudah geraknya dalam menangani dan menangkap penjahat.
Terpisah Wakapolres Merangin Kompol Ferri Ferdian di esla – sela maraton saat di wawancarai awak media juga mengatakan hal yang senada, di katakanya marathon in I adalah salah satu untuk kesehatan jasmani anggota.
“Munkin nanti ada polisi yang ingin ikut pendidikan lagi. Jika gendut kan tidak bisa masuk, jadi hari ini kita meraton keliling kota bangko ini untuk mengurangi lemak pada tubuh polisi yang kurang proposinal,”siangkat ferdian.(al)