Minggu, 13 Maret 2016
Silat PSHT vs IKS Di Merangin Nyaris Bentrok
MERANGIN – Hanya karena salah paham , dua kelompok perguruan silat, Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) dan Ikatan Kera Sakti (IKS) kemarin (13/3) nyaris bentrok di Merangin.
Dari data yang di himpun koran ini , kejadian tersebut berawal berawal dari salah paham Tabrani dan dua temannya yang sama-sama dari perguruan setia hati teratai diduga melakukan pengeroyokan terhadap Muslim yang ternyata dari perguruan ikatan Kera Sakti di akhir tahun 2015 lalu.
Akhirnya pihak yang bertikai tersebut di kenakan denda adat setempat dengan cara di denda 70 juta.
Merasa tak terima dengan didendanya adat pada tabrani tersebut, akhirnya tabrani melaporkan kejadian tersebut, hingga mengadukan hal tersebut ke Persiltannya.
Akhirnya kemarin (13/3) Ratusan pendekar PSHT yang merasa tak terima dengan aduan tersebut lansung menyerbu menggunakan dua truk, satu L 300 dan puluhan motor untuk menyerbu ikatan pencak silat kera sakti (IKS) yang berada di desa Kibul kecamatan Tabir Ulu.
Beruntung ratusan orang ini, ketika sampai di desa Muara Jernih sudah di halangi oleh pihak Kepolisian dan TNI yang sudah mengetahui aksi kedua belah pihak yang bertikai.hingga kedua belah pihak mampu di mediasi oleh aparat
Bentrokan tersebut juga di benarkan oleh Kapolres Merangin munggaran kartayuda saat dikonfirmasi sejumlah awak media.
“Ya, tadi nyaris bentrok antar dua kepeguruan silat, namun kedua belah pihak yang bertikai ini sudah mampu di mediasi,”ungkap munggaran.
Di katakan munggaran, hingga saat ini pihaknya sudah menerjuankan puluhan persenil untuk siaga di muara jernih.
“kita tetap siaga meskipun di internal kedua belah pihak ini sudah di berikan pengarahan, namun tim kita tetap kita tetap siaga di perbatasan, hal tersebut guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan,”katanya.
Dijelaskan munggaran, kejadian tersebut menurutnya hanya salah paham urusan pribadi antar kedua belah pihak.
“Ini hanya masalah pribadi sebenarnya beberapa waktu lalu salah satu angota pesilat ada yang di keroyok, dan berujung kena denda adat. tak terima maka salah satu nggota silat mengadu hal tersebut ke persilatannya. Maka hari ini adalah buntut kekesalan mereka,”jelas munggaran
Hingga kemarin kedua belah pihak tersebut sudah mampu di mediasi oleh kepolisian.
“Tadi sudah di mediasi, alhamdulillah kedua belah pihak ini sudah bisa di tenagkan, namun kita tetap siaga di di mara jernih,”tutup munggaran.(*)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar