Daftar Blog Saya

Sabtu, 12 Maret 2016

Selain Suplay Alat Berat Untuk PETI, Salam Juga Garap Tanah Pemda Tanpa Izin

MERANGIN - Rupanya anggota DPRD Provinsi Jambi asal Merangin, A. Salam, dalam menjalankan bisnisnya tergolong cukup mafia, tidak hanya menyuplai alat berat untuk Pertambangan Emas Tanpa Izin(PETI) saja. Namun, diduga setiap bisnis yang digelutinya selalu bertentangan dengan hukum. Seperti halnya, sekitar tahun 2010 silam sampai saat ini, pengusaha yang dipercayakan warga Merangin, duduk di DPRD Provinsi Jambi ini, sengaja mengarap tanah Pemerintah Daerah di Pasar Pamenang Kecamatan Pamenang seluas 1914 meter persegi dan dijadikan ruko. Bahkan, sampai tahun 2016 ini ruko yang digarap dari Pemkab Merangin oleh Salam tersebut, dikabarkan belum juga rampung persoalannya, Akibatnya, Milyaran Rupiah Pendapat Asli Daerah (PAD) Merangin raib. Informasi yang dihimpun Koran ini, Tahun 2010 lalu masyarakat pamenang yang membangun ruko diatas tanah pemerintah, seluas 1914 Meter persengi dibagi tiga lokasi. Mereka menandatangani kesepakatan hak serah guna dengan Kepala Dinas Pertamanan Perkotaan dan Kebersiahan (DPPK) Kabupaten Merangin, kala itu selaku Sekdinnya Tamrin. Namun, kesepakatan itu diduga cacat hukum. Karena tidak ditandatangi oleh Bupati Merangin, saat itu. Menariknya, Kadisnya Zulhifni, juga membenarkan adanya polemik tanah yang digarap Salam ini. Ia mengatakan PAD dari sewa tanah dipasar pamenang sampai kini tak pernah diterima, karena dasar hukum untuk menerima setoran itu tidak jelas. ‘’Memang benar sejak tahun 2010 saya jadi kakan disini tidak pernah menerima setoran hak sewa tanah pasar pamenang, Mereka mau membayar tapi kami tidak berani menerima karena dasar hukumnya tidak jelas,” katanya. ’MoU itu ditandatnagi oleh Bapak Tamrin, Camat Pamenang saat itu, Tapi tidak ditandatangi oleh Bupati, harusnya Bupati mengetahi sebagai penanggung jawab aset pemkab,” jelasnya. Dikatakannya, Jika kesepakatan itu sudah sesuai ketentuan, PAD dari sektor sewa sudah ratusan juta masuk ke Kas daerah. Namun karena tidak ada pungutan pengusaha dipamenang itu mendirikan ruko pemkab secara gratis. Digarapnya Tanah Pemda tanpa izin oleh Salam ini, dikecam pedas oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pelindung dan Pembela Hak Masyrakat(LSM-Papinhas) Masduki. Sebagai anggota DPRD Jambi tidak seharusnya berbuat demikian, apa lagi mengarap tanah Pemerintah tanpa adanya izin yang jelas. " Saya, ketua LSM-Papinhas sangat mengecam sikap Angggota DPRD Provinsi Jambi asal Merangin, bernama Abdul Salam yang selalu menjalankan bisnisnya dengan menghalalkan segala cara," kecam Masduki. Masduki mengatakan, dalam hal ini semestinya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dipercayakan masyarakat Merangin duduk di Provinsi Jambi memberi contoh yang baik, bukan sebaliknya. " Selaku anggota DPRD sehrusnya berjuang untuk masyarakat Kabupaten Merangin, bukan menghancurkannya," kata Masduki dibincangi media Minggu(13/3). Masduki meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab), tegas dalam hal ini. Jangan dibiarkan tana digarap tanpa izin, meskipun yang garap anggota DPRD. " Pemkab harus tegas, jangan plin plan tegakkan aturan jika seorang merampas hak kita, meskipun dia seorang anggota DPRD," pungkasnya. (ik)

Kisah Nyata Tempatkan Surga Bagi Anak Kecil Ini Tuhan

Siang itu Kute Lombok begitu ceria, pasir putih yang setia menanti demburan ombak begitu menyejukkan mata. Sejuta ke indahan melenakan jiwa, memberikan kesejukan dan kedamaian, setelah sepanjang malam sebelumnya waktu melelahkan raga dari ujung Barat Indonesia (Pulau Sumatera). Kebesaran tuhan mempertemukan aku, kamu, dia dan kita semua disiang itu, sebagai Keindahan di Indahnya Pulau Lombok. Demburan ombak menerpa pantai berpasir putih dan riuh dari keramaian acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN), disiang itu menjadi saksi bisu. Kita bersama ditemukan dan alunan obak dari tengah lautan biru seakan mengikuti buaian obrolan yang membuat kita seperti teman yang sudah lama tak bersua. Ya, waktu dengan cepat mengakrabkan kita. Hingga kita bisa ria, dan keindahan alam pantai Kute Lombok menyambut kecerian kita. Predikat sahabat "KeIndahan di Indahnya Pulau Lombok" tak berlebihan kami sematkan kepada Whydhodho Swan. Gadis Mataram yang periang itu sudah menghanyutkan kami ditenangnya Pulau Lombok. Dara manis yang juga pejuang tanpa tanda jasa itu, sulit kami lukiskan dengan kata-kata atas keramahannya. Meski kami banyak penuntut dan sok turis, tapi tak terlihat amarah dan keluh dari wajahnya. Ia, sosok periang yang tegar "Mungkin Tegar Juga Menunggu Jodoh" dan setia menemani kemana keinginan kami. Tawa dan ceria diwajahnya membuat kami tak bisa mengucapkan apa-apa. Kata "Terima kasih" terlalu rendah nilainya. Tapi kami tak tau pula dengan apa harus berterimakasih. Sekali lagi kami sangat senang Whydhodho atas persahabatannya.Telah menemani kami, semoga tuhan membalas itu semua. Semoga kita semua bisa bertemu lagi. Selamat tinggal Pulau Lombok. Namun ke esokan harinya kita mencoba menyebrang di pelabuhan lembar menuju bali, namun ketika senang canda sampai ke pelabuhan, di waktu sampainya di ruang tunggu pelabuhan sore itu saya melihat anak kecil sekitar umur empat tahun di ruang tunggu sedang berlari - lari dan main dengan sendiri berputar di kusi ruangan tunggu dengan pakayan yang begitu lusuh. Namun ketika itu saya tarok tas dan barang saya di kursi, ketika melihat anak itu berlarian sekeliling saya, saya bertanya dalam hati dan ber anggapan lain “mau ngapai anak ini keliling –-liling di dekat tas saya,saya pun terus berperasangka buruk tentang anak itu”. seketika itu saya melihat sesosok orang tua yang menghampiri anak tersebut sambil mengajak anak tersebut makan ke luatr tempat ruangan tunggu, hati saya lansung tak karuan apakah orang tua ini adalah bos –bos pencopet seperti yang saya tonton di pilem – pilem. Tak selang beberapa lama anak tersebut kembali ke ruang tunggu bersama orang tua renta tersebut, seketika sampai di ruang tunggu orang tua tersebut mencium kening dan sekujur tubuh anak itu dan merangkul sambil mengeluarkan air mata “ya, saya semakin aneh melihat kejadian itu”. Beberapa waktu berlalu kemesraan seperti bapak dan anak nampaknya sudah cukup, dengan sigap orang tua tersebut lansung membaringkan anak tersebut di ruang tungggu kapal, sambil menidurkan anak tersebut. “ya saya lihat anak itu tidak mau tidur, hanya terlihat wajah kecewa dan sedih yang nampaknya keluar dari wajahnya, namun anak itu mencoba tegar” Selang beberapa waktu bapak itu lansung pergi menuju kekapal, menindak rasa penasaran di dalam hati saya mendekat anak tersebut sambil sambil bertanya. Saya : itu siapa...? Anak kecil : bapak saya. Saya : mau kemana..? Anak kecil : mau kekapal. Saya : serius itu bapak adek, kok adek di tinggal. Anak kecil : ya, gak papa “dengan wajah tegar”. Saya : kok kamu gak ikut sama bapakmu ke kapal...? Anak kecil : gak di bolehin sama bapak, saya di suruh tidur di kursi ini saja. Saya : knapa gak bole dek, itukan bapak kamu...? Anak kecil : ya , kalo saya ikut di marahin. Jujurnya. Saya : terus bapak kamu hanya pergi sebentar atau lama pulangnya tu..? Anak kecil : lama biasanya, paling cepat dua hari. Saya : terus kamu tidur di sini sendirian...? ” sambil saya penasaran”. Anak kecil : ya saya tidur di sini. Saya : terus bapak kamu mau ke mana tu..? Anak kecil : mau jualan parpum di dalam kapal. Saya : terus ibuk kamu kemana..? “ sambil rasa hati tergetuk dan tak sadar air mata menetes di pipi saya” Anak kecil : ibu saya sudah lama tidak pulang – pulang, katanya mau kerja di bali tapi sudah lama dak pulang dan dak pernah ketemu lagi. Saya : terus kamu memang tidur di sini “ sambil di dalam hati mengucapkan Allah Huakbar, begitu tak adilnya ini dunia ini” Anak kecil : ya, saya tidur di sini. Saya : terus kamu makan dari mana...? Anak kecil : ada orang kerja di sini kadang kalo mereka makan saya di kasih, terkadang tidak, terkadang ada penumpang kapal memberi saya makan. Saya : nau roti “ saya, tawarkan roti yang kebetulan ada dalam tas saya” Anak kecil : tidak mau “ sambil iya menolak” Saya : ambil “ sambil saya ucapkan jangan malu” Anak kecil : saya sudah makan. Sambil memberikan itu akhirnya anak kecil tersebutpun tertidur, dan segera saya tarok di atas kursi temptnya tidur, dengan niatan saat dia terbangun moga iya memakan roti yang saya titipkan. Dan waktu keberangkatan kapal yang saya tumpangi sudah mau pergi dan sewaktu itu lansung saya tinggalkan anak tersebut menuju ke kapal. Saat saya berada di atas kapal saya lansung menyewa kamar tidur yang harganya 50 ribu, namun mata tidak bisa tidur saat pedagang beramai – ramai menjajakkan barang dagangan mereka ke dekat tempat tidur saya. “mie rebus... kopi – kopi... berbagai macam” terus saya mendengar ada sura yang menjual parpum.”parpum – parpum,”. Terus saya coba buka mata, dan saya lihat itu adalah bapak tua yang tadi saya ketemu di ruang tunggu saat meninggalkan anaknya “dan saya ajak teman saya untuk membeli parpum , karna hanya itu yang mampu saya berikan untuk bapak itu,” dan akhirnya saya sampai ke bali,’ dan kota lombok yang indah sangat banyak memberikan ke indahan dan juga pembelajaran bagi diri saya. “ saya hanya bisa belajar” anak kecil saja mampu bertahan dengan dengan segala kekurangan apa lagi diri saya yang sudah jauh dari kata dewasa dan juga bisa bepikir lebih positif”. ( ALI AMIN)

2016 Anggaran Pegawai Merangin Meningkat

MERANGIN- Anggaran pegawai Kabupaten Merangin ditahun 2016 mengalami peningkatan, untuk ditahun ini anggaran pegawai mencapai 57 Persen dari dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 1.37 Triliun. Sementara ditahun 2015 hanya 1,2 Triliun. Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Merangin Amir Ahmad mengatakan bahwa ada peningkatan sebesar kurang lebih satu persen. ‘’Iya,memang ada peningkatan untuk anggaran pegawai kita ditahun ini, peningkatannya kuirang lebih satu persen,’’ ujarnya. Amir mengatakan, penigkatan tersebut merupakan dampak dari adanya penambahan tenaga honorer seperti Satpol-PP, disamping itu dana Alokasi Dana Desa (ADD) juga menjadi factor utama meningkatnya anggaran pegawai tersebut. “Iya, kita lihat saat ini penambahan tenaga honor di merangin tentunya sangat mempengaruhi, di tambah lagi dengan dana desa, makanya di merangin ini sendiri mengalami peningkatan,”ungkap Amir. Di jelaskan amir, untuk tahun 2016 ini alokasi belanja pegawai sebesar 680 miliar, Dana tersebut di ambil dari biaya tidak lansung sebesar 57 persen dari APBD tahun 2016 sebesar 1,37 triliun. ‘ya, untuk tahun 2016 ini belanja pegawai sebesar 680 miliar,”jelas amir. Sedangkan secara rinci di tahun 2015 kata Amir, anggaran pegawai lebih kurang sebesar 120 miliar, dari biaya tidak lansung sebesar 56 persen dari APBD sebesar 1,20 triliun. “Ya, bisa di lihat sendiri untuk belanja pegawai saja lebih separuh dari APBD Merangin,”tandasnya.(amn)

Desa Muara Madras Menjadi Desa Teromantis

MERANGIN – Salah satu yang menjadi idaman kita yang mungkin sangat susah dilakukan adalah desa bebas sampah di tambah lagi dengan keindahan taman bunga di setiap mata memandang kian sulit kita temukan, namun para pencinta wisata bunga dan keindahan alam tidak perlu jauh- jauh. kini desa Muara Madras Kabupaten Merangin yang sangat layak untuk anda kunjungi karena kebersihanya, bebas polusi dan sangat terihat hijau akan warna alam di tambah lagi sepanjang mata memandang bunga terlihat menghiasi di setiap sudut Desa. Desa yang memiliki delapan dusun itu, Kampung Lereng, Kampung Tengah, Tanjung Aman, Lubuk Tamiang, Kampung Baru, Tanjaung Harapan, Pematang Raya dan Bukit Barisan kini di sulap seperti desa teromantis karena di setiap rumah penduduk di penuhi taman bunga yang indah dan mengagumkan. Disamping wilayahnya sangat luas tentunya untuk merubah desa tersebut menjadi desa yang sangat romantis seperti saat ini tidak la mudah, tentunya juga harus punya keahlian khusus seperti yang dilakukan Hj Hesti Haris. Wanita pencinta bunga ini, telah beberapa bulan terakhir mengajak masyarakat setempat, menata desa yang alamnya sangat indah tersebut. Hasilnya seperti disulap. Bahkan kondisi Desa Muara Madras saat ini bagikan segumpal tanah surga yang tercampak ke bumi. Seluruh sisi desa tertata rapi, dengan panorama aneka bunga menghilasi seluruh lingkungan desa. Kini taman bunga yang indah tersebut di namakan hesti’s Garden.”Ya, taman bunga yang indah di desa ini kita namakan Hesti’s Garden”tambah Hesti Haris. Di tangan Hj Hesti Haris, Desa Muara Madras tidak hanya bersih, tapi juga benar-benar menjadi sangat indah. ‘’Sasaran kita sebenarnya bukan karena lombanya, tapi bagaimana merubah wajah desa menjadi indah,’’ujar Wanita pencinta bunga ini. Disamping indah lanjut pelestari bunga Krisan di Kabupaten Merangin ini, budaya masyarakat setempat juga berubah. Melalui perubahan wajah desa itu, sekarang masyarakat telah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat. Lebih dari itu, Desa Muara Madras sekarang sepertinya benar-benar telah siap menjadi desa wisata. Siapa saja yang berkunjung ke Jangkat yang jarak tempuhnya sekitar tidak jam dari Kota Bangko, lelah yang dirasakan akan terobati.(amn)

Pemeriksaan ADD Hanya Sampel

MERANGIN-Alokasi dana desa (ADD) yang bernilai ratusan juta rupiah di tahun anggaran 2015, saat tengah gencar dilakukan pemeriksaan dan pengawasan secara terperinci. Pasalnya, dalam pemeriksaan tidak semua desa yang menerima dana ADD diperiksa oleh inspektorat. Menurut Kepala Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir, untuk pengawasan dan pemeriksaan dana ADD, hanya diambil sampelnya saja, untuk tahap pertama yakni diperiksa di lima Kecamatan. “Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan, di lima Kecamatan, yakni Kecamatan Tabir Ilir, Kecamatan Tabir, Kecamatan Nalo Tantan, Kecamatan Bangko Barat, dan Kecamatan Bangko, pemeriksaan penggunaan ADD, dalam bentuk proses pelaporan, Fisik, dan Administrasi," katanya. Dia menyebutkan, setelah ADD seluruhnya selesai diperiksa, akan ditarik sebuah kesimpulan, kemduain dilaporkan kepada Bupati Merangin, sebagi langkah petunjuk selanjutnya. “Pemeriksaan ini selama 13 hari, saat ini sedang dilakukan evaluasi laporan dari tim pemeriksan hingga tuntas, sampai namanya dalam bentuk laporan hasil pemeriksaan (LHP). Kalaupun ditemukan ketidaksesuaian penggunaan ADD berdasarkan peruntukannya, dilakukan pembinaan sesuai petunjuk bupati," ucapnya. Meski demikian, di tahun 2016 ini, setiap desa akan jadi obrik, tidak hanya mengenai pengawasan ADD saja, tapi keseluruhan penggunaan dana dari negara untuk desa, bakal diperiksa oleh inspektorat. Hal ini, mengingat di tahun 2016 ini, akan banyak dana negara yang dialokasikan kepada setiap desa, baik itu dari APBN, APBD proivinsi, maupun APBD kabupaten, berdasarkan tindak lanjut dari amanat UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. Sehingga, proses pengawasan dan pemeriksaan harus dilakukan secara komprehensif. Oleh sebab itu, sejak dini pemerintahan di setiap desa termasuk para perangkat desa, mesti diberikan pemahaman dan pelatihan mengenai pengelolaan dan penggunaan realisasi dari dana-dana yang akan lebih banyak diterima desa di tahun 2016 ini. Sementara itu, terkait permasalahan dan temuan dari hasil pemeriksaan, Hatap, belum berani bicara banyak, yang jelas melihat dari beberapa sampel pemeriksaan tersebut, ada ditemukan kesalahan, maka dari itu juga peran pendamping desa perlu ditingkatkan juga, agar ini tidak menjadi sebuah kasus. “Jangan sampai ketika ada anggaran dan suatu program, progaramnya belum dijalankan, tapi anggarannya sudah hilang entah dipakai apa, makanya akan menjadi perkara hukum nantinya,” jelasnya. Dia mengatakan, apalagi di tahun-tahun ini, bila manajemen kades terutama mengenai anggaran yang diterimanya, maka hal itu harus ada laporan pertanggungjawabannya dari kades melalui pengelola programnya di tingkat desa. “Itu semua nanti akan menjadi rekam jejak tentang kinerja kades, bila bagus antara anggaran dan program benar-benar sejalan, maka hukum tidak bisa menjeratnya, tapi kalau sebaliknya, tidak tertutup kemungkinan ada kades yang tersandung kasus korupsi,” jelasnya. Dia menambahkan, di tahun 2016 ini, memang akan cair anggaran desa yang hampir mencapai Rp1 miliar setiap tahunnya, sebagaimana amanat UU tentang Desa. “Untuk itu jika memang kondisi anggaran yang memang sudah ada alokasinya sebanyak Rp1 miliar lebih setiap tahunnya berdasarkan UU Desa, maka jika banyak kades yang tidak tertib adminstrasi akan menjadi perkara hukum. Sehingga, memang harus betul-betul hati-hati untuk menggunakan anggaran karena hal itu harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya,” pungkasnya.(lt)

Bupati Luncurkan Program Seribu untuk Negeri

Bangko-Bupati Merangin H Al Haris meluncurkan program gerakan kemanusiaan seribu untuk negeri. Program melalui Baznas Kabupaten Merangin ini, diharapkan mampu menggairahkan seluruh lapisan masyarakat untuk membayar zakat, infaq dan sadaqoh. Dikatakan bupati, rukun Islam ada lima. Salah satu dari rukun Islam tersebut membayar zakat. ‘’Tidak murni Islam seseorang, kalau tidak melaksanakan kelima rukun Islam itu, termasuk membayar zakat,’’ujar Bupati. Siapa saja yang wajib membayar zakat? Dijelaskan bupati, masyarakat Merangin yang berpenghasilan diatas Rp 3.700.000,- perbulan, wajib mengeluarkan zakat. Kemudian salurkan zakat itu kepada lembaga resmi, Baznas Kabupaten Merangin. Potensi zakat dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Merangin yang berjumlah 6.734 orang, yang wajib membayar zakat sebanyak 4.498 orang. PNS yang wajib membayar zakat tersebut, gajinya diatas Rp 3.700.000,-. Zakat yang harus dibayar untuk PNS gajinya diatas Rp 3.700.000,- itu, sebesar Rp 447.347.941,- perbulan. Sedangkan PNS yang belum wajib membayar zakat karena gajinya masih dibawah Rp 3.700.000,- sebanyak 2.236 orang. Untuk PNS yang belum wajib membayar zakat dihimbau untuk berinfaq dan bersedekah setiap menerima gaji, besarnya berdasarkan kesepakatan di masing-masing satuan kerja. Lalu bagaimana jika ada PNS yang tidak mau membayar zakat? Bagi PNS perangkat daerah yang beragama Islam yang tidak mau berzakat, harus membuat pernyataan tertulis. ‘’Pernyataan tertulis itu, nanti disampaikan kepada saya,’’terang Bupati. Ketua Baznas Kabupaten Merangin H Syafrudin Hadi mengharapkan, agar semua lapisan masyarakat mendukung sepenuhnya program bupati tersebut. Laksanakan gerakan kemanusiaan seribu untuk negeri ini guna kemakmuran masyarakat bawah. ‘’Melalui zakat, infaq dan sadaqoh, hidup akan menjadi indah, rezeki yang diberikan Allah akan menjadi berkah, keluarga kita akan menjadi sakinah, anak menjadi soleh dan solehah,’’terang H Syafrudin Hadi. H Syafrudin Hadi menegaskan, salurkan zakat, infaq dan sadaqoh melalui rekening Baznas Merangin di Bank Sembilan Jambi dengan nomor rekening zakat 1000037318 dan nomor rekening 1000031166 untuk Infaq dan Sadaqoh. Untuk masyarakat yang mau membayar melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), dapat menyalurkannya ke nomor rekening Zakat 00000275-01-001131-30-2. Sedangkan untuk masyarakat yang berinfaq dan sadaqoh ke rekening nomor 00000275-01-002027-30-2. (teguh/humas)

Sekda : Rasionalisasi PNS Harus Dipertimbangkan

BANGKO-Pemerintah pusat merencanakan merasionalisasi jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika target rasionalisasi adalah semua PNS yang pendidikannya SMA, SMP, dan SD, maka akan dapat menganggu kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin. Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Sibawaihi, mengatakan saat ini jumlah PNS berpendidikan Sarjana dan SMA di Merangin hampir sama. Jika itu dirasionalisasi, akan terjadi banyak kekurangan PNS di Merangin. "Jika dirasionalisasi semua itu sangat menganggu. Ada 6976 jumlah PNS di Merangin, yang sarjana dan SMA itu fifti-fifti," kata Sibawaihi, Kamis (10/3). Jika ini benar-benar dilakukan, lenjut Sekda, maka untuk di Pemkab Merangin harus dilakukan pertimbangan betul-betul. Karena banyak PNS yang berpendidikan SMA, SMP dan SD penempatannya saat ini sfesifik. "Bukan berarti kita tidak mengindahkan aturan. Cuma itu harus dilakukan seleksi dan pertimbangan. Misalnya penjaga sekolah itukan banyak berijazah SD, jika itu dirasionalisasi lantas siapa gantinya nanti," terangnya. "Begitu juga PNS yang berijazah SMP dan SMA, kini banyak penempatan kerjanya memang spesialis tertentu. Itu nanti kita serahkan ke Bupati untuk memutuskan," tambah Sibawaihi lagi. Dikatakan, Sibawaihi, sejauh ini belum ada petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait rasionalisasi PNS tersebut. "Kita cuma mengetahui dari media, kalau resmi secara tertulis itu belum ada," sebutnya. Diungkapkan, Sekda, untuk PNS dilingkup Pemkab Merangin sudah dilakukan penilaian kinerja. Kinerja PNS mulai dari pejabat, hingga staf semuanya dilakukan penilaian. "SK Bupati untuk penilaian PNS itu sudah ada. Dari staf hingga pejabat dinilai semua. Dan untuk guru itu dilakukan dinas pendidikan," ungkap Sekda. Ada 15 kriteria penilaian, ujar Sekda, namun secara garis besar adalah kedisiplinan, kemampuan kerja, moral dan loyalitas. Disebutnya, untuk pejabat penilaiannya, selain kinerja individu juga kemampuannya dalam memimpin jabatan. "Itu tim penilainya diketuai Sekda, nanti ada dari Inspektorat, BKD, Asisten III dan Bagian Hukum. Dan 60 persen dari independent," tuturnya. "Kalau penilaian untuk pejabat, bisa untuk kepentingan resufle, apakah berkopeten dengan jabatan saat ini, ataukah bagus memimpin di SKPD lainnya," tuntas Sibawaihi.(rko)

Antisipasi Kejahatan Bahan Pledak, Brimob Tingkat Latihan Gerilya

MERANGIN - Guna mencegah aksi kejahatan yang kerap memakai bahan peledak, membuat Detasemen B Pelopor yang bermarkas di Desa Karang Anyar Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten. Merangin, siaga satu. Bahkan informasinya, prajurit yang siap tempur tersebut, dikabarkan selalu meningkatkan strategi dalam latihannya dengan cara bergerilya. " Negara kita saat ini, rawan dengan aksi teror dimana-mana, makanya pada hari ini, selain meresmikan halaman tembak ini, pihaknya, menampilkan antraksi dan tata cara mencegah teror," ungkap Kasat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol Iketut Gede Wijad Mika ketika dibincangi sejumlah awak media Jum'at (11/3) usai meresmikan lapangan tembak Brimob. Ia menuturkan, dengan ada latihan yang cukup sempurna ini serta memunyai skil, tentu hal ini sangat membantu para anggota ketika berhadapan dengan kondisi darurat dilapangan. Kemudian, mereka juga tidak canggung. " Karena latihan ini, adalah meningkatkan mental, supaya setiap anggota selalu siaga dalam menghadapi kondisi apapun," tegas Kasat. Selain itu, tambah Kasat, dalam hal ini Brimob juga menghilang imej ketakutan masyarakat, ke Brimob. Karena seorang prjurit Brimob lahir dari masyarakat. " Kita dari masayarakat harus kembali ke masayarakat tuk apa kita takut," singkatnya.(amn)