Daftar Blog Saya

Jumat, 01 April 2016

Balon Kades Merangin Masih Banyak Tak Bisa Ngaji


 MERANGIN- Riuh animo masyarakat Merangin mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Balonkades) dalam Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Merangin yang Bakal Digelar Ahir April mendatang ternyata banyak menyisakan kekhawatiran bagi Balon Kades yang tidak bisa membaca Al Qur'an atau mengaji.
Hal ini terbukti dari sebanyak 175 Desa yang ikut serta dalam Pilkades serentak Kabupaten Merangin ditahun 2016, masih banyak terdapat Balon Kades yang tidak bisa membaca Al Qur'an setelah sejumlah Kantor Urusan Agama menggelar tes guna mengeluarkan Surat Rekonendasi sebagai syarat pencalonan Kades yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Merangin.
Seperti diungkapkan Kepala KUA Kecamatan Nalo Tantan (NTT) Moh. Syargawi. S. Ag saat dibincangi koran ini, Rabu0(30/3) kemarin. Diakuinya diwilayah yang dipimpinnya tersebut masih terdapat Balon Kades tak bisa baca Al Qur'an.
‘’Iya, sejauh ini memang ada kami temukan Balon Kades yang tidak bisa ngaji,’’ kata Syargawi.
Ditegaskannya jika memang yang bersangkutan tersebut tak menguasai bacaan Al Qur'an maka pihaknya tak bakal mengeluarkan rekomendasi yang dimaksud, pasalnya menurutnya hal tersebut mengcu kepada aturan.
‘’Kalau memang tidak bisa membaca Al Qur'an ya kami tidak akan keluarkan Rekomendasi itu, karena ini aturan, kalau tetap dikeluarkan Bahaya nanti,’’ tegasnya.
Sejauh ini lanjutnya, di Kecamatan Nalo Tantan baru sebanyak 18 orang yang telah melakukam tes membaca Al Qur'an.
‘’Sejauh ini baru 18 orang yang sudag tes, ada yang datang tidak jadi, mungkin karena takut atau sadar sendiri kalau yang bersangkutan tidak bisa baca Al Qur'an,’’ tutupnya.
Senada juga dikatakan Kepala KUA Kecamatan Pamenang Barat Amrizal, ia akui sejak dibuka pendaftaran Balon Kades pihaknya telah banyak melakukan tes terhadap Balon Kades. Dalam sekian Banyak Balon tersebut juga terdapat yang tak Bisa mengaji.
‘’Iya kita sudah melakukan pengetesan terhadap Balon ini sejak mulai dibuka pendaetaran. Kalau yang tidak bisa ngaji juga ada,’’ singkatnya.
Sementara itu Kepala Badan pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Merangin Marzuki Yahya dibincangi secara tegas mengatakan bahwa jika memang Balon Kades yang tidak bisa membaca Al Qur'an harus digugurkan, pasalnya hal tersebut merupakan syarat yang telah sesuai dengan aturan.
‘’Karena itu syarat yang sudah ada dalam aturan, jadi digugurkan, nanti misalnya ada yang khatam Al Qur'an Kades dk datang, giliran Acara organ Tunggal Baru datang, kan kacau kalau terjadi begini,’’ singkatnya. (amn)

Bupati Kembali Datangi BNPB





Jemput Dana Pasca Bencana Alam

MERANGIN - Bupati Merangin H Al Haris kembali mendatangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. Bupati langsung diterima Deputi Bidang Rehab Rekon BNPB Harmensyah di ruang kerjanya penuh ramah.
Kedatangan bupati bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin Ibrahim dan Kepala Dinas Pekerjaan  Umum (PU) Merangin M Arif itu, untuk menjemput dana pasca bencana alam yang terjadi di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
‘’Kita ingin menanyakan kembali kelanjutan dari dana pasca bencana alam di Merangin yang sebelumnya telah kita perjuangkan,’’ujar Bupati dibenarkan Ibrahim dan M Arif kepada Koran ini kemarin (31/3).
Kunjungan ke BNPB tersebut lanjut bupati, juga merupakan kunjungan balasan atas kedatangan rombongan BNPB ke Merangin pada Jumat (12/2) yang dipimpin Timbul Panjaitan.
Lebih lanjut ditegaskan bupati, Kabupaten Merangin memang menjadi daerah  yang rawan terkena banjir. Hal ini karena letak geografis Merangin terletak di jalur Sungai Tembesi yang merupakan sungai terbesar kedua setelah Batanghari.
Kondisi itu diperburuh dengan keberadaan sungai-sungai lainnya, seperti Sungai Batang Tabir. Tak heran begitu terjadi hujan berkepanjangan, beberapa kecamatan yang lokasinya di bantaran sungai jadi terendam banjir.
‘’Banjir bandang yang terjadi tempo hari itu, memang sangat luar biasa. Tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, tapi juga sarana pendidikan seperti gedung-gedung sekolah dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di sejumlah desa rusak total,’’jelas Bupati.
Tidak hanya itu, ribuan hektar sawah jadi gagal panen akibat dihantam banjir. Saat ini para petani terpaksa harus menanam kembali ribuan hektar padi yang rusak akibat banjir. Semua itu tegas bupati, tentunya mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.(amn)