Daftar Blog Saya

Rabu, 06 April 2016

KCP Bank 9 Di Muara Delang Merangin, Di Resmikan

Pengguntingan Pita Bertanda Mulai Beroperasinya KCP Bank 9 Muara Delang


MERANGIN –Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank 9 Jambi, di Desa Muara Delang Kecamatan Tabir Selatan di Resmikan Bupati Merangin H Al Haris kemarin (5/4). Acara tersebut berlangsung meriah dihadiri insan Perbankkan Jambi yakninya Iing Hasanuddin komisaris utama Bank 9 Jambi, Darwisman kepala Ojk Bank 9 Jambi,Direktur utama Bank 9 Jambi M Jani, Ansorullah kepala Independen Bank 9 Jambi dan Agus Salim kepala bank 9 Jambi cabang Bangko.
Direktur utama bank 9 jambi M Jani mengatakan,peresmian bank 9 Jambi di Muara Delang tersebut merupakan tujuan utama dari bank 9 jambi untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.
“ya, dengan adanya bank 9 jambi di muara delang ini pelayanan masyarakatt menjadi mudah lagi,”katanya.
M Jani juga berharap,dengan adanya Bank 9 tersebut masyarakat bisa terbantu dan bisa terjangkau lagi.
“jika masyarakat ingin melakukan transaksi tidak perlu jauh – jauh lagi karna di mauara delang ini sudah ada bank 9 jambi disini. Misalnya ada keluarga di jawa, atau di manapun itu. Mau kirim uang atau transaksi lainnya  tidak perlu jauh- jauh lagi, karena bank 9 jambi sudah memberikan pelayanan terdekat terhadap masyarakat,”harapnya.
        Terpisah kepala OJK Bank 9 Jambi Darwisman mengatakan, Hingga saat ini bank 9 jambi sudah mengalami peningkatan yang luar biasa, bahkan hingga saat ini di provinsi jambi sudah memiliki 385 kantor.
    “ini peningkatan yang sangat luarbiasa,dan kami Bank 9 Jambi akan terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dengan cara membua KCP terdekat dengan masyarakat,”ujarnya.
         Dengan di bangunnya Bank Jambi di setiap pelosok tempat tersebut adalah salah satu langkah untuk mempermudah masyarakat untuk mengakses bank 9 jambi.
       “dengan di bangunnya Bank 9 di setiap tempat ini, saya optimis bank 9 Jambi mampu mensejah terahkan masyarakat jambi,”tukasnya.
Sementara itu bupati merangin Al Haris mengaku, pilihan Bank 9 Bangko membuka cabang di Desa Muara Delang sangatlah tepat. Selain desanya memang sudah sangat maju, penduduknya juga berpikir modern dan perekonomiannya tergolong mapan.
‘’Penduduk di desa ini tidak lagi menyimpang uang dibawah bantal dan perputaran ekonominya juga sangat tinggi. Apalagi di desa ini ditunjang dua perusahaan sawit besar yang memperkerjakan ribuan karyawan,’’ujar Bupati.
Bupati mengajak seluruh undangan yang hadir untuk membuka tabungan di Bank 9 Muara Delang. Tidak hanya bank pemerintah, tapi juga banknya masyarakat Merangin. Kok begitu? Saham Bank 9 jelas bupati, dari Pemerintah Provinsi Jambi.
Saham Bank 9 juga didukung dari sembilan kabupaten dan dua kota di Provinsi Jambi, termasuk saham dari Pemerintah Kabupaten Merangin. ‘’Ini Bank kito. Duetnyo berputar di daerah kitolah, tidak keluar,’’jelas Bupati.
Acara peresmian KCP Bank 9 Bangko itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntinga pita oleh Bupati Merangin H Al Haris. Menariknya, usai pengguntingan pita bupati langsung membuka rekening di bank tersebut dengan berkata “ayo ke Bank 9 Jambi”.
Menariknya lagi saat membuka rekening, bupati langsung dilayani oleh Direktur Utama Bank 9 Jambi M Yani. Untuk membuka rekening di bank tersebut tidak susah, cukup dengan simpanan pertana sebesar Rp 50 ribu.
Bupati juga mengajak pimpinan PT SAL dan para pejabat yang hadir untuk membuka rekening di bank itu. ‘’Nanti bisa seluruh karyawan PT SAL gajiannya lewat Bank 9 Muara Delang ini, sehingga semakin mudah,’’terang Bupati.
Kepala KCP Bank 9 Muara Delang Trimi Astuti mengatakan, dengan dibukanya kantor cabang pembantu tersebut, semakin mendekatkan Bank 9 kepada masyarakat. Masyarakat untuk menabung tidak perlu lagi harus ke Bank 9 di Kota Bangko.
‘’Bunga di Bank 9 ini diperhitungkan setiap akhir bulan yang bersangkutan. Bunga dihitung atas dasar saldo harian dengan batas saldo minimum pada hari itu. Besarnya tingkat suku bunga ditentukan bank dan dapat berubah setiap saat,’’ujar Trimi Astuti.(adv)

Pemekaran Tabir Raya Terus Di Genjot

Bupati Merangin Al- Haris


MERANGIN- Tekad Pemerintah Kabupaten Merangin untuk menjadikan delapan Kecamatan di Tabir, menjadi sebuah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Merangin, menjadi Kabupaten Tabir Raya terus di genjot pemerintah Kabupaten Merangin.

Bahkan tidak tanggung- tanggung hingga saat ini pemekaran tabir raya sudah di ambang mata, namun  hanya saja pemerintah Merangin masih menunggu pengesahan undang – undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

“ Unrtuk pemekaran Tabir Raya, hingga saat  ini kita masih menunggu peraturan pemerintah turunan dari  undang – undang no 23 tahun 2014, tentang pemerintah daerah,”ungkap Subhan Panitia pemekaran tabir raya sat di konfirmasi kemarin (5/3).

Meski begitu, katanya, aspirasi pemekaran Tabir Raya hingga kini masih ada sedikit hambatan sebab UU No 23 tahun 2014 tersebut masih di Godok di pusat. Namun hinga saat ini diakuinya masih ada beberapa kendala seperti belum di cabutnya moratorium oleh Mendagri.

“Munkin adanya isu moratorium ini, pemerintah pusat sendiri masih mengkaji Undang-undang Pemda yang baru dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dicabutnya moratorium pemekaran tersebut,” katanya.

Terkait hal tersebut Bupati Merangin Al Haris saat di wawancarai di sela – sela peresmian KCP Bank 9 jambi  di muara Delang mengatakan, pemekaran tabir raya tersebut hingga kini terus di genjot pemerintah Kabupaten Merangin.

“Sesuai hasil rapat beberapa waktu lalu  hingga sat ini tidak ada terjadi permasalahan pada pemekaran tabir raya tersebut. Saat ini pemekaran tabir raya ini terus kita genjot menjalang penetapan undang – undang no 23 tersebut,”ungkap  Bupati.

Sedangkan adanya isu dari pemerintah pusat tentang moratorium dirinya mengaku hingga saat pemerintah Kabupaten Merangin sendiri, tidak menerima surat secara resmi dari pemerintah pusat tentang moratorium tersebut.

“Untuk isu moratorium. hingga saat ini surat  secara resmi  kan tidak ada  hingga saat ini. Berkemungkinan adanya isu moratorium tersebut adalah salah satu upaya pemerintah kita untuk  membatasi pemekaran daerah yang ada di indonesia, karena semua daerah kan sibuk ingin mekar saat ini. jadi pemerintah perlu meworning setiap daerah yang ingin di mekarkan tersebut,”tuturnya.

Banyaknya daerah yang mengajukan pemekaran daerah tersebut menjadi salah satu penyebab lambannya pemekaran tabir raya tersebut.

“Hingga saat ini kalau gak salah sudah hampir 80 lebih yang ingin di mekarkan, namun pemekaran ini akan terus bergulir terus. Dan tentunya aspirasi masyarakat tabir terus kita perjuangkan di pusat,”tmbah Al Haris.

Tujuan di mekarkan tabir raya tersebut menurutnya sangat logis, dan hal tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatan kemampuan pemerintah daerah dalam memperpendek rentang kendali pemerintah.

‘’Tujuan dari pemekaran ini guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan percepatan pembangunan. Semua itu semata untuk kesejahteraan masyarakat,’’tuntasnya.(amn)