Desa
betung bedarah kini mulai terabaikan, bahkan banyak
saksi sejarah mencatat Desa Betung Bedarah tempat peristirahatan terakhir
sulthan thaha yang hingga kini mulai terabaikan oleh pemerintah.
Desa yang merupakan saksi sejarah ini ketika kita
ingin melihat desa itu, seperti bukan terlihat desa bersejarah, karena desa itu
tak pernah tersentuh oleh pembangunan.
Bahkan ada banyak peninggalan sultthan thaha di
tempat itu mulai terhapus, seperti GOA tempat persembuanyiannya yang kini sudah
di garap salah satu PT menjadi lahan sawit.
setidaknya ada tiga tempat yang disebut-sebut
sebagai makamnya. Bahkan makam sang sultan ada di Desa Betung Berdarah, Kecamatan Tebo Ilir.
Versi
ini mengatakan Sultan Thaha yang sudah uzur tertembak oleh Belanda dalam sebuah
pertempuran. Dalam keadaan luka parah, sultan dilarikan oleh pasukannya.
Sultan kemudian meninggal dalam usia 88 tahun pada
1904 (beliau lahir di Jambi pada pertengahan1816). Oleh pengikutnya, beliau
dimakamkan di Desa Betung Berdarah. Hingga sekarang, versi makam Betung
Berdarah ini masih terus disebut-sebut dan dipercayai oleh cukup banyak orang.
Versi lainnya adalah adalah Sebuah Makam yang
berlokasi di Dusun Tanah Garo, Olak Kemang, Kecamatan Muara Tabir, Tebo. Tak
hanya makam sang sultan, di lokasi yang sama juga ada beberapa makam lainnya
yang disebut-sebut sebagai hulu balangnya.(*)