Minggu, 13 Maret 2016
Inilah Solusi Percerayan. Ditulis Oleh : Sulhani S.sy
Al Haris : Tahun 2016 Adalah Tahun Pelayanan Masyarakat. P - Semua Pelayanan Akan Di Maksimalkan
MERANGIN –Untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Merangin (Pemkab Merangin) terus berupaya meningkatkan pelayanan prima. Tidak hanya pelayanan kesehatan yang dimaksimalkan, namun pemkab merangin juga meningkatkan pelayanan kebutuhan air bersih, saluran listrik kepada desa yang belum teraliri listrik dan juga menerapkan nilai (religius)atau ke agaman kepada masyarakat dengan cara menyiapkan penyuluh agama di setiap kecamatan yang berada di kabupaten merangin.
Guna menunjang kebutuhan masyarakat bupati merangin memberikan pelayanan prima dan dan nilai ke agamaan masyarakat, hal tersebut maka Bupati Merangin H Al Haris menetapkan pada 2016 ini merupakan tahun pelayanan.
"di tahun 2016 ini adalah tahun pelayanan dan ini merupakan upaya kita memanjakan masyarakat dengan pelayanan prima yang memuaskan," ujar Bupati ketika di konfirmasi.
Untuk memberikan pelayanan prima tersebut bupati merangin berjanji akan terus meningkatkan pelayanan mulai dari rumah sakit hingga setiap puskesmas yang berada di kabupaten merangin.
”tentunya semua yang berkaitan dengan kesehatan terus kita tingkatkan, mulai dari pelayanan rumah sakit sampai setiap puskesmas tentunya semua berkaitan dengan kesehatan masyarakat harus di maksimalkan lagi,”ujar bupati saat di wawancarai.
Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut seperti contoh di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kol Abundjani Bangko pada 2016 ini. Bupati Merangin telah engucurkan dana yang begitu besar yakninya sekitar Rp 15 miliar.
“ Tentunya pelayanan dan kepuasan masyarakat menjadi tujuan saya untruk tahun 2016 ini, maka saya katakan tahun 2016 ini adalah tahun pelayanan. Bukan hanya pelayanan kesehatan saja melainkan seluruh pelayan yang berkaitan dengan masyarakat menjadi fokus utama kita,”ujar bupati.
Bukan hanya itu saja berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Kabupaten Merangin mulai dari perbaikan fisik, sarana dan prasarana hingga para dokter juga dihimbau untuk menagani pasien dengan wajah yang ramah dan senyum di segi pelayanan.
“Siapapun masyarakatnya yang berobat ,dokter atau perawat harus memberikan pelayanan yang sama,”ujar Bupati dengan nada penuh harap.
Saluran Air Bersih Dan Listrik Di Merangin Menjadi Fokus Utama
Bukan hanya pelayan kesehatan saja namun segi pelayanan kebutuhan air bersih juga tidak luput dari perhatian serius Bupati Al – Haris . Orang nomor satu dijajaran Pemkab Merangin itu, terus berupaya meningkatkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangko dan juga memberi sambungan air bersih kesetiap rumah.
“Tentunya air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan menjadi perhatian utama. Kedepan saya menargetkan, air yang mengalir ke pelanggan siap minum dan juga memberikan saluran murah kepada warga yang tidak mampu,” tegas bupati.
Sedangkan di segi listrik bupati juga berjanji bagi tempat – tempat yang belum teraliri listrik di tahun 2016 akan di canangkan penyaluran listrik ke setiap tempat yang belum teraliri listrik tersebut.
“Ya, tempat – tempat yang belum teraliri listrik insaallah di tahun 2016 akan segera kita upayakan untuk teraliri listrik,”sebut Bupati
Al – Haris : Pemkab Siapkan Penyuluh Agama Setiap Kecamatan
Bukan hanya pelayanan masyarakat saja, namun bupati merangin di tahun 2016 ini juga memberikan menyuluhan-penyuluhan ke agamaan di setiap kecamatan, penuyuluh agama tersebut menurutnya adalah untuk membatu Imam-iman yang belum begitu pasih baca Al Quran dan juga membantu mengajar ngaji anak- anak dan memberikan pembantu membentuk remaja masjid di setiap masjid yang berada di kabupaten merangin, sehingga program pemerintah bisa di sampaikan setiap hari jum,at.
“intinya, setiap penyuluh ini harus mobile (menjemput bola) atu keliling ke setiap masjid,”katanya.
‘’Saat ini berbagai pengaruh negatif bisa muncul. Hanya lewat handphone saja bisa dilakukan berbagai transaksi kejahatan, termasuk narkoba. Mari kita awasi anak-anak kita dari bahaya narkoba,’’ajak Bupati.
Di sebutkannya, penyuluh agama setiap kecamatan tersebut menurut bupati akan di berikan pasilitas penujang denagn cara memberikan motor dan juga gaji yang di siapkan pemerintah kabupaten merangin untuk setiap penyuluh.
“Ya,pemerintah Merangin sudah menyiapkan anggran untuk penyuluh setiap kecamatan tersebut,”tutup bupati.(*)
Silat PSHT vs IKS Di Merangin Nyaris Bentrok
MERANGIN – Hanya karena salah paham , dua kelompok perguruan silat, Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) dan Ikatan Kera Sakti (IKS) kemarin (13/3) nyaris bentrok di Merangin.
Dari data yang di himpun koran ini , kejadian tersebut berawal berawal dari salah paham Tabrani dan dua temannya yang sama-sama dari perguruan setia hati teratai diduga melakukan pengeroyokan terhadap Muslim yang ternyata dari perguruan ikatan Kera Sakti di akhir tahun 2015 lalu.
Akhirnya pihak yang bertikai tersebut di kenakan denda adat setempat dengan cara di denda 70 juta.
Merasa tak terima dengan didendanya adat pada tabrani tersebut, akhirnya tabrani melaporkan kejadian tersebut, hingga mengadukan hal tersebut ke Persiltannya.
Akhirnya kemarin (13/3) Ratusan pendekar PSHT yang merasa tak terima dengan aduan tersebut lansung menyerbu menggunakan dua truk, satu L 300 dan puluhan motor untuk menyerbu ikatan pencak silat kera sakti (IKS) yang berada di desa Kibul kecamatan Tabir Ulu.
Beruntung ratusan orang ini, ketika sampai di desa Muara Jernih sudah di halangi oleh pihak Kepolisian dan TNI yang sudah mengetahui aksi kedua belah pihak yang bertikai.hingga kedua belah pihak mampu di mediasi oleh aparat
Bentrokan tersebut juga di benarkan oleh Kapolres Merangin munggaran kartayuda saat dikonfirmasi sejumlah awak media.
“Ya, tadi nyaris bentrok antar dua kepeguruan silat, namun kedua belah pihak yang bertikai ini sudah mampu di mediasi,”ungkap munggaran.
Di katakan munggaran, hingga saat ini pihaknya sudah menerjuankan puluhan persenil untuk siaga di muara jernih.
“kita tetap siaga meskipun di internal kedua belah pihak ini sudah di berikan pengarahan, namun tim kita tetap kita tetap siaga di perbatasan, hal tersebut guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan,”katanya.
Dijelaskan munggaran, kejadian tersebut menurutnya hanya salah paham urusan pribadi antar kedua belah pihak.
“Ini hanya masalah pribadi sebenarnya beberapa waktu lalu salah satu angota pesilat ada yang di keroyok, dan berujung kena denda adat. tak terima maka salah satu nggota silat mengadu hal tersebut ke persilatannya. Maka hari ini adalah buntut kekesalan mereka,”jelas munggaran
Hingga kemarin kedua belah pihak tersebut sudah mampu di mediasi oleh kepolisian.
“Tadi sudah di mediasi, alhamdulillah kedua belah pihak ini sudah bisa di tenagkan, namun kita tetap siaga di di mara jernih,”tutup munggaran.(*)
Kepala Mengaga, Sadion centeng jangkat tewas
MERANGIN - Warga Kecamatan Jangkat Timur gempar. Pasalnya Sadion (45) warga Desa Gedang Kecamatan Jangkat Timur, ditemukan tewas beesimbah darah, Minggu (13/3) pagi.
Tewasnya Sadion diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/3). Hasil olah TKP oleh polisi, pembunuhan terhadap pria bertubuh tinggi besar ini diperkirakan terjadi sekira pukul 22.00.
Tewasnya pria yang dikenal sebagai pemberani ini baru diketahui paginya. Yakni setelah semalam sebelumnya berkali-kali dihubungi istrinya per telepon namun tak ada jawaban.
Awalnya, pada Sabtu malam sekira pukul 19.00, Sadion pamit kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke ladangnya tak sebenarnya berlokasi tak sampai satu kilometer dari desa.
Saat akan ke ladang, ia bahkan sempat mampir di rumah Yansah. Sadion sempat menonton warga yang sedang main domino di rumah Yansah.
Malam itu istrinya beberapa kali menelepon. Namun tak ada jawaban. Minggu pagi Sadion juga tak kembali ke rumah. Hal ini membuat keluarganya jadi khawatir.
Lalu kakak perempuannya, Koramah (47) pergi ke kadang Sadion. Saat itulah ia melihat adiknya sudah tewas dengan kondisi kepala dan mukanya penuh lumuran darah.
Koramah kemudian memberitahu warga lainnya. Warga langsung berdatangan ke TKP. Sebagian lainnya memberitahu Polsek Jangkat.
"Pasti korban pembunuhan. Kepalanya luko parah nian. Darah penuh di kepalaknyo, muko, dan ssbagian badan," ujar seorang warga Desa Gedang Ali Barto.
Warga lainnya mengatakan tak dapat memprediksi siapa pelaku pembunuhan. Pasalnya Sadion diketahui cukup sering bermasalah dengan warga lainnya.
"Dak tau siapo. Dengan orang kito dusun dio jugo sering bermasalah. Terutamo karno dio jual lahan ke orang selatan. Ataukah pelakunyo orang lain, kito dak tau," ujar warga lainnya.
Sementara itu kapolres Merangin Munggaran kartayuda juga membenarkan kejadian tersebut,menurut munggaran dari hasil olah TKP memang benar ada tanda kekerasan.
“ya, benar ada temuan mayat oleh warga, namun pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP,”unggkap munggaran.
Dalam olah TKP menurut munggaran, kepolisian juga menemukan tanda – tanda kekerasan di diri korban.
“memang ada tanda kekerasan, namun kita masih melakukan penyelidikan,”singkat Munggarana.(*)
LSM Papinhas Antar Data Pelanggaran PT. Sal 1 ke-Kejagung
MERANGIN - Tidak ada niat baik pihak PT. Sari Aditya Loka (SAL-1), untuk bertanggung jawab atas 58 Milyar kerugian ribuan petani penerima plasma sejak tahun 202 sampai tahun 2016 kini, membuat ketua Lembaga Swadaya Masyrakat Pelindung dan Pembela Hak Masyarakat (LSM-Papinhas), dan koleganya memanas.
Pasalnya, dalam tempo dua hari kedepan pihaknya akan mengantar berkas pelanggaran tersebut, di enam Desa di Kabupaten Merangin, tiga Desa di Kabupaten Sarolangun ke Kejaksaan Agung di Jakarta.
" Kemaren kita sudah memanggil semua perwakilan petani untuk menanda tangani persetujuan bahwa kasus ini di laporkan ke Kejagung. Saat ini, kita masih menyiapkan laporannya, dalam dua hari ini rampung," ungkap Masduki.
Ia mengatakan, dalam hal ini, seiring melaporkan berkas pelanggaran PT. Sal, ke Jagung sebelumnya dirinya akan singgah dulu Kementrian Pertanian (Kementan), tujuannya melaporkan aturan yang dikangkangi PT. Sal tersebut.
" Sebelum ke-Kejangung saya akan singgah di Kementrian Pertanian, untuk melaporkan pelanggaran yang dilakukan PT. Sal, selama membuka usahanya di Kabupaten Merangin," tambah Masduki.
Selain itu, kata Masduki, sepulangnya nanti pihaknya akan menggalangkankan kekuatan bersama ribuan petani mendatangi Grup PT Astra tersebut, guna menuntut ribuan hak-hak petani yang selama ini digeregoti mereka.
" Kita sudah canangkan bersama-sama, sepulangnya nanti, kita sepakat untuk berorasi di PT. Sal, menuntut hak-hak para petani itu," tantangnya.
Sementara itu, pimpinan PT Sal 1 Farid Makruf terkesan menolak untuk dikomfirmasi. Ia mengatakan saat ini di dalam kondisi dijalan sedang menyetir mobil.
" Ya, maaf pak, saya sedang dijalan, lagi nyetir mobil," singkat Farid seraya menutup telponya.(*)
Langganan:
Postingan (Atom)
