Daftar Blog Saya

Kamis, 17 Maret 2016

Ikuti Seminar Sosialisasi Guru Favorit Jambi Ekspres Road to Australia


Ilustrasi

Sosialisasi Akan Di Laksanakan Tanggal 23 Maret 2016

MERANGIN Sosialisasi guru Favorit Jambi Ekspres yang akan di adakan di ruang pola satu kantor Bupati Merangin pada tanggal 23 maret 2016 ini, di pastikan akan meriah. pasalnya Jambi Ekspres kali ini akan memberikan kesempatan bagi guru terbaik Se Provinsi Jambi untuk di berangkatkan ke Australia.  

Ali amin wartawan Jambi Ekspres mengatakan, Sosialisasi guru favorit  Jambi Ekspres tersebut akan di laksanakan tanggal 23 ini,tempatnya di ruang Pola satu kantor Bupati Merangin.

“Ya, ini adalah sosialisasi dan seminar perdana di kabupaten merangin pada tahun 2016. Insaallah dari sosialisai ini peserta akan mendapatkan sertifikat dan juga salah satu langkah untuk mencari guru terbaik untuk di berangkatkan ke Australia,”ungkap Amin.

Sementara itu kadis Pendidikan Kabupaten Merangin Mashuri mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberikan undangan setiap sekolah.


“Ya, kita sudah menyebarkan undangan sebanyak 200 sekolah. Untuk guru Sekabupaten Merangin yang berminat silahkan datang pada tanggal 23 tersebut,”singkat Mashuri.(si)

Mushalla Tiba-Tiba Roboh, Santri Nyaris Jadi Korban


Kondisi Mushalla Yang Ambruk 

MERANGIN- Puluhan Santri Pesantren Al Munawaroh Sungai Misang Bangko, nyaris menjadi korban. Pasalnya setelah melaksanakan Shalat Ashar, Mushalla yang biasa digunakan, tiba-tiba roboh. 

Menurut pantauan koran ini, Mushalla tersebut biasanya digunakan oleh para santri laki-laki untuk beribadah Shalat Dzuhur dan Ashar, namun kini kondisinya tidak bisa digunakan lagi. 

Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawaroh Safwan yang dikonfirmasi awak media menyebutkan, karena mushalla yang roboh tersebut, kini para santrinya beribadah di Masjid Baitul Makmur. 

“Ya, sekarang kan sudah roboh, jadi para santri kami beribadah di Masjid Baitul Makmur tersebut, padahal biasanya, mushalla inilah yang biasa kami jadikan tempat beribadah, shalat Dzuhur dan Ashar,” ungkap Safwan. 

Diceritakannya, mushalla tersebut sudah berusia belasan tahun, semenjak pesantren tersebut didirikan, dan tidak pernah tersentuh pembangunan, karena anggaran dari pesantren terbatas. 

“Ya, mungkin usianya kan sudah tua, lagian mushalla ini kan juga tidak permanen, makanya kayunya lapuk dimakan usia,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin setidaknya dapat mengucurkan bantuan berupa perbaikan terhadap kondisi Mushalla tersebut. 

“Ya, setidaknya adalah bantuan dari Pemerintah, kasian kepada santri kami yang ingin beribadah, lagian kan letak Mushalla ini kan juga ditengah kota,” pungkasnya.
(*)

SAD Serahkan Ratusan Senjata Kecepet Ke Aparat




 SAD Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Mereka

MERANGIN – Sebanyak 400-san senjata rakitan jenis kecepet milik warga Suku Anak Dalam (SAD) di dua Kabupaten yakni Merangin dan Sarolangun kemarin pagi diserahkan ke makodim 0420 sarko.

Dandim 0420 sarko Letkol Budiawan Basuki mengatakan, Pelucutan senjata kecepet tersebut dilakukan setelah terjadi bentrok antara Suku Anak Dalam dan warga Kungkai yang menewaskan satu warga kungkai beberapa waktu lalu, disamping itu senjata yang diterima kodim tersebut nantinya  akan diserahkan pula ke Korem Jambi.

“Penyerahan senjata pada hari ini sebanyak 328 senjata yang diserahkan kepada jajaran TNI. Jika digabungkan jumlah dengan senjata yang diserahkan kepada Polres maka jumlah yang diserahkan kurang lebih kuarng 400 senjata. Seluruh senjata ini nantinya akan kita serahkan ke jambi untuk di musnahkan,”jelas letkol budiawan basuki.

Senada di katakana Polres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga, pelucutan tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya pencegahan hal yang tidak di inginkan terkait dengan Kantibmas.

“Ya, Ratusan senjata ini disita terlebih dahulu, sebelum senjata ini dilakukan untuk hal – hal yang mengancam keselamatan masyarakat nantinya, selanjutnya senjata ini nanti akan kita serahkan ke jambi,”ungkap munggaran.

Sementara itu Bupati Merangin Al -Haris mengatakan, sangat senang dengan keiklasan suku anak dalam yang rela menyerahkan senjata yang digunakan untuk berburu tersebut kedepan bupati berjanji akan tetap memikirkan perekonomian bagi suku anak dalam tersebut.

“Ya, kedepan nasib suku anak dalam ini tetap kita fikirkan, Namun kita berharap jika masih ada senjata baik itu SAD maupun Sipil untuk segera menyerahkan ke aparat agar nantinya tidak terjadi lagi hal – hal yang di inginkan,”harap bupati.

Terpisah salah satu tumenggung SAD di kabupaten Merangin Pak Jang saat di wawancarai sejumlah awak media mengatakan, Pelucutan senjata tersebut menurutnya sudah mengganggu perekonomian mereka, dari itu mereka berharap pemerintah untuk tidak berhenti sampai disini saja. Pemerintah juga di minta harus secepat mungkin berpikir agar perekonomian mereka tetap berjalan.

“Saat ini perekonomian kita lumpuh untuk makan saja warga sudah mulai kesulitan. jika memang pemerintah peduli saya meminta pemerintah segera memberikan alternatif kegiatan yang bisa menumbuhkan kembali perekonomian kami,”singkat pak jang.(amn)