SAD Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Mereka
MERANGIN – Sebanyak 400-san senjata rakitan jenis kecepet milik warga Suku Anak Dalam (SAD) di dua Kabupaten yakni Merangin dan Sarolangun kemarin pagi diserahkan ke makodim 0420 sarko.
Dandim 0420 sarko Letkol Budiawan Basuki mengatakan, Pelucutan senjata kecepet tersebut dilakukan setelah terjadi bentrok antara Suku Anak Dalam dan warga Kungkai yang menewaskan satu warga kungkai beberapa waktu lalu, disamping itu senjata yang diterima kodim tersebut nantinya akan diserahkan pula ke Korem Jambi.
“Penyerahan senjata pada hari ini sebanyak 328 senjata yang diserahkan kepada jajaran TNI. Jika digabungkan jumlah dengan senjata yang diserahkan kepada Polres maka jumlah yang diserahkan kurang lebih kuarng 400 senjata. Seluruh senjata ini nantinya akan kita serahkan ke jambi untuk di musnahkan,”jelas letkol budiawan basuki.
Senada di katakana Polres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga, pelucutan tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya pencegahan hal yang tidak di inginkan terkait dengan Kantibmas.
“Ya, Ratusan senjata ini disita terlebih dahulu, sebelum senjata ini dilakukan untuk hal – hal yang mengancam keselamatan masyarakat nantinya, selanjutnya senjata ini nanti akan kita serahkan ke jambi,”ungkap munggaran.
Sementara itu Bupati Merangin Al -Haris mengatakan, sangat senang dengan keiklasan suku anak dalam yang rela menyerahkan senjata yang digunakan untuk berburu tersebut kedepan bupati berjanji akan tetap memikirkan perekonomian bagi suku anak dalam tersebut.
“Ya, kedepan nasib suku anak dalam ini tetap kita fikirkan, Namun kita berharap jika masih ada senjata baik itu SAD maupun Sipil untuk segera menyerahkan ke aparat agar nantinya tidak terjadi lagi hal – hal yang di inginkan,”harap bupati.
Terpisah salah satu tumenggung SAD di kabupaten Merangin Pak Jang saat di wawancarai sejumlah awak media mengatakan, Pelucutan senjata tersebut menurutnya sudah mengganggu perekonomian mereka, dari itu mereka berharap pemerintah untuk tidak berhenti sampai disini saja. Pemerintah juga di minta harus secepat mungkin berpikir agar perekonomian mereka tetap berjalan.
“Saat ini perekonomian kita lumpuh untuk makan saja warga sudah mulai kesulitan. jika memang pemerintah peduli saya meminta pemerintah segera memberikan alternatif kegiatan yang bisa menumbuhkan kembali perekonomian kami,”singkat pak jang.(amn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar